Rabu, 27 Agustus 2014

Visual Basic 6.0


DASAR-DASAR PEMOGRAMAN VISUAL BASIC 6.0

    Dalam pemograman visual banyak istilah da konsep yang mneyebut “sesuatu” yang membentuk aplikasi. Istilah-istilah tersebut memiliki arti yang sama dalam lingkungan pemograman visual yang lain, seperti misalnya objek, property dan event. Pemograman event-driven telah ada sebelum GUI (Graphical User Interface) dibuat dan diimplementasikan dalam beberapa cara. Dengan diperkenalkannya mouse pemograman event driven banyak disukai oleh para pemakai dan perancang program. Sebelum ada pemograman event driven, pemograman top-down digunakan untuk membuat kode yang menangani banyak pemrosesan. Selain itu aplikasi yang dirancang dengan teknik ini mudah untuk diperbaiki, disamping kodenya menjadi luwes. Namun aplikasi yang dibuat dengan metode ini biasanya memiliki menu yang kompleks yang tergabung erat pada proses yang ada dalam program.
    Pemograman event driven tidak mencoba menggantikan pemograman prosedural, namun melengkapi dengan kerangka yang dapat membedakan antara user interface dan proses tertentu dalam aplikasi. Ms. Visual Basic dan aplikasi event-driven lainnya menyediakan kerangka tersebut sehingga akan lebih terkonsentrasi pada masalah aplikasi.
Microsoft Visual Basic 6.0 merupakan bahasa pemograman yang bekerja dalam ruang lingkup Ms-Windows. Microsoft Visual Basic 6.0 hampir dapat memanfaatkan seluruh kemudahan dan kecanggihan yang dimiliki oleh sistem operasi windows, secara umum kemampuan visual basic 6.0 adalah menyediakan komponen-komponen yang memungkinkan untuk membuat program aplikasi yang sesuai dengan tampilan dan cara kerja windows.

- TAMPILAN DASAR VISUAL BASIC 6.0
    Pada tahap awal pemakaian VB 6.0 sebaiknya diatur tampilan untuk komponen-komponen yang ada dalam VB 6.0 tersebut. Komponen-komponen yang tidak muncul pada layar dapat ditampilkan pada menu View. Pemograman visual merupakan dimensi baru dalam pembuatan aplikasi karena dapat langsung menggambarkan objek-objek kelayar sebelum dieksekusi. Dalam lingkungan pengembangan visual, sekarang objek yang anda buat hasilnya langsung tampil dilayar. Objek yang dibuat itu akan sama hasilnya pada saat program dijalankan. Dengan demikian tidak perlu lagi melakukan pengubahan kode program secara manual. Setelah semua objek diletakkan dalam suatu form, amak semua atribut obejk tersebut akan disimpan dalam suatu kode program yang dapat langsung dijalankan.
    Tampilan untuk ms. visual basic 6.0 terdiri dari beberapa interface yang saling berhubungan yaitu :
-    Bagian menu program
-    Bagian toolbar
-    Bagian toolbox
-    Bagian jendela properties
-    Bagian form
-    Bagian jendela proyek
-    Bagian jendela lay-out

Kesemua bagian yang ada diatas terdapat lengkap ketika akan memulai menggunakan ms visual basic 6.0.

- KOMPONEN-KOMPONEN DALAM VISUAL BASIC 6.0
    Ada beberapa komponen yang secara langsung sering terlibat dalam pembuatan program menggunakan visual basic 6.0. Komponen-komponen tersebut diantaranya adalah :

1. 1.     Project
Pertama kali ketika program menggunakan visual basic akan digunakan maka komponen project yang akan diload, selanjutnya adalah menambah form-form atau membuat modul atau mungkin membuat kode program, secara lebih sederhana posisi project dalam setiap komponen yang ada adalah seperti terlihat pada gambar dibawah ini

2. 2.     Form
Form digunakan ketika akan meletakkan object-object apa saja yang akan digunakan dalam program, object-object yang terdapat dalam toolbox, diletakkan dan didesain dalam bagian form. Form sebenarnya adalah suatu objek yang dipakai sebagai tempat bekerja program aplikasi, secara otomatisakan tersedia form yang baru bila membuat program aplikasi yang baru, yaitu dengan nama form1. Umumnya dalam suatu form terdapat garis titik-titik yang disebut dengan Grid.


Gambar 1.3. Form Kosong.
3. 3.     ToolBox
Toolbox adalah kotak alat yang berisi icon-icon untuk memasukkan objek tertentu ke dalam jendela form. Toolbox tersebut dapat dimodifikasi misalnya menambah komponen icon dengan cara melakukan klik kanan pada toolbox  lalu memilih Components atau Add Tab.

4. 4.     Properties
Property digunakan untuk menentukan setting suatu objek. Suatu objek biasanya mempunyai beberapa property yang dapat diatur langsung dari jendela properties atau lewat kode program.

Dalam property antara lain didapatkan informasi mengenai warna, tinggi, lebar dan posisi sebuah objek. Nilai pada tiap property dapat mempengaruhi cara objek ditampilkan atau cara objek bekerja, bagi sebuah objek property mirip dengan variabel lokal dalam prosedur. Property langsung berkaitan dengan objek dan digunakan oleh proses-proses yang ada dalam objek.



5. 5.     Kode Program
Kode program adalah serangkaian tulisan perintah yang akan dilaksanakan jika suatu objek dijalankan. Kode program ini akan mengontrol dan menentukan jalannya suau objek.

6. 6.     Event
Event adalah pristiwa atau kejadian yang diterima oleh suatu objek misalnya klik, drag, tunjuk dan lainnya. Contohnya terlihat dibawah ini :

Private sub command1_click()
 ……..
 …….
End sub

Pada contoh program diatas, event yang terjadi adalah event click, yaitu ketika suatu aobjek dilakukan click maka akan muncul suatu aksi apa dari akibat dari proses click tersebut. Object yang diclick pada contoh program diatas adalah object command button.

7. 7.     Metode
Metode adalah suatu set perintah seperti halnya fungsi dan prosedur, tetapi sudah tersedia didalam suatu objek. Metode biasanya akan mengerjakan suatu tugas khusus pada suatu objek. Perhatikan contoh program dibawah ini :

Private sub Command1_click()
  Text1.text =”Hallo.. Saya mahasiswa STMIK-CIC”
End sub

Pada contoh program diatas terlihat bahwa yang disebut metode adalah yang muncul ketika object textbox diberi tanda titik, text1.text  artinya pada object textbox yang namanya text1 akan muncul tulisan “ Hallo… Saya mahasiswa STMIK CIC”, ketika event click dilakukan pada object command button.

8. 8.     Module
Module dapat disejajarkan dengan form, tetapi tidak mengandung object. Module dapat berisi kode-kode program atau procedure yag dapat digunakan dalam program aplikasi.


II. TYPE DATA Dalam Ms. Visual Basic 6.0

    Microsoft Visual Basic menyediakan beberapa type data seperti integer, Long, Single, Double, Currency, String, Byte, Boolean, Date, Object dan variant.

-    VARIABEL
Variabel adalah tempat dalam memori komputer yang diberi nama (sebagai pengenal) dan dialokasikan untuk menampung data. Sesuai data yang ditampung maka variabel harus mempunyai tipe data yang sesuai dengan isinya.
Untuk mendeklarasikan suatu variabel digunakan dua perintah :
Pertama dengan menggunakan perintah-perintah DIM, PRIVATE, STATIC, dan PUBLIC yaitu mendeklarasikan nama variabel beserta type datanya pada awal procedure.

RUANG LINGKUP VARIABEL
    Ruang lingkup variabel (variabel scope) adalah ruang atau daerah dimana variabel yang dibuat dikenal. Ada variabel yang dapat dikenal diseluruh bagian (proyek), ini yang dinamakan dengan variael global dan hidup selama program berjalan, tetapi ada juga variabel yang hanya dikenal di procedure atau fungsi tempat variabel tersebut dibuat dan hidup hanya selama procedure atau fungsi tersebut berjalan, ini yang disebut dengan variabel lokal.
    Suatu variabel yang dideklarasikan dalam ruang lingkup yang paling dalam yaitu procedure maka variabel tersebut hanya dikenal dan dapat dipakai pada procedure yang bersangkutan.
Private sub command1_click()
    Dim Nama as string
    Dim Alamat as string
    Static No as integer
……………..
End sub
    Perbedaan antara perintah Dim dengan static adalah jika anda mendeklarasikan variabel dalam procedure  dengan perintah dim maka variabel tersebut hanya dikenal selama procedure masih berjalan, sedang jika menggunakan perintah static maka variabel tersebut hanya dikenali selama program aplikasi masih berjalan.
    Perbedaan lain antara perintah Private dan Public adalah jika private prinsipnya sama dengan Dim sedang jika dideklarasikan dengan perintah Public maka variabel tersebut akan mempunyai level global, artinya dapat dikenali pada seluruh modul, form atau procedure yang terdapat pada program aplikasi yang bersangkutan. Contoh deklarasi level modul atau form dan level global, seperti berikut ini :
   
Public judul as string * 80
    Private bilangan as integer
    Dim harga as single

Aturan penulisan variabel :
-    Panjang maksimum 63 karakter
-    Harus diawali sebuah huruf atau garis bawah ( _ )
-    Karakter selanjutnya dapat berupa huruf, garis bawah ( _ ) atau angka dari angka 0 sampai angka 9.
-    Tidak boleh mengandung karakter khusus seperti &, %, *, dan sebagainya.
-    Tidak boleh menggunakan reserved word milik visual basic 6.0

-    OPERATOR
Operator adalah suatu tanda yang digunakan untuk menghubungkan satu variabel atau konstanta dengan variabel atau konstanta lain dengan tujuan melakukan berbagai manipulasi dan pengolahan data. Pada Ms. Visual Basic 6.0 terdapat bermacam-macam operator :

Operator Penugasan (assignment)
    Operator penugasan ditimbulkan dengan tanda sama dengan (=) dan berfungsi untuk memasukkan suatu data ke dalam suatu variabel.
Contoh :
 A = 12
    Text1.text = “STMIK CIC”
 A = A+1

Operator Aritmatika
    Operator aritmatika digunakan untuk melakukan operasi aritmatika. Operator aritmatika mempunyai hirarki paling tinggi dibanding operator pembanding dan operator logika. Penulisan operator aritmatika dengan hirarki dari paling tinggi ke paling rendah, sebagai berikut :
Operator
Operasi
^
Pemangkatan
-
Tanda Negatif
* , /
Perkalian & Pembagian
\
Pembagian Integer
Mod
Modulus (Sisa hasil bagi)
+, -
Penambahan dan Pengurangan
+, &
Penggabungan String
Contoh :
            A = (2+3) * 5, B = 78 mod 8

Operator Pembanding
    Operator pembanding digunakan untuk membandingkan suatu data (ekspresi) dengan data (ekspresi) lain dan menghasilkan nilai logika (boolean) Benar atau salah. Tentu saja antara kedua data yang dibandingkan harus mempunyai tipe data yang sama.
    Bentuk dari operator relasional/pembanding seperti yang terpampang pada tabel berikut :
Operator
Operasi
=
Sama dengan
<> 
Tidak sama dengan
< ,>, <=,>=
Lebih kecil, lebih besar, lebih kecil sama dengan, lebih besar sama dengan
Like
Mempunyai ciri yang sesuai
Is
Sama referensi objek
Contoh :
 3 > 2 atau  2 +3 = 5, “abc” = “ab”+ “c”

Operator Pembanding
    Operator logika digunakan untuk mengekspresikan satu atau lebih data (ekspresi) logika (boolean) yang menghasilkan data logika baru. Tabel operator logika dengan hierarki dari atas ke bawah adalah sebagai berikut :
Operator
Keterangan
Not
Tidak
And, Or,Xor
Dan, Atau, Exclusive Or
Eqv
Equivalen
Imp
Implikasi
Contoh :
    X > 2 and X < 6, X = 2 or x = 7 dst

Tidak ada komentar:

Posting Komentar